Instrument Surveillance di Industri MIGAS

Pada Industri MIGAS, Instrument-Instrument surveillance digunakan sebagai pemantauan atau monitorin saja bukan sebagai pengendalian (Control). Biasanya instrumen ini dipasang di Well (sumur) yang kemudian datanya ditransmisikan ke data central/Control Room. Instrument di sumur ini biasa digunakan untuk pemantauan keadaan sumur, apakah masih mengeluarkan Gas/Minyak atau terjadi penurunan flow yang drastis hingga perlu di maintenance sumur tersebut atau hal-hal lainnya.Berikut adalah jenis-jenis Instrument Transmitter di Sumur (Well)

1. Temperature Transmitter
digunakan untuk mengukur temperatur gas di dalam pipa. pada gambar yang dikotak warna biru merupakan Temperatur Transmitter. dan yang dikotakkan merah dan yang seperti selang warna hitam adalah Conduit(pelindung kabel) menuju ke panel. Temperature sensor tersebut menggunakan jenis RTD (Resistant Temperature Detector), tipe TT yang digunakan adalah PT100
Sensor jenis RTD bekerja dengan mendeteksi perubahan resistansi. dari perubahan resistansi tersebut diubah menjadi sinyal analog (tegangan) yang nilainya (volt) sebanding dengan perubahan temperatur yang terjadi.

Orifice-1.jpg

2. Orifice

Orifice adalah sebuah plat yang memiliki celah (ditengahnya) yang biasa dipasang pada sebuah pipa. perlu di ingat Orifice bukanlah sebuah alat ukur (Instrument) namun Orifice berfungsi sebagai pemberi perbedaan tekanan (Differential Pressure) antara fluida sebelum melewati orifice dan tekanan fluida setelah melewati orifice. nah dari perbedaan tekanan itulah yang di ukur untuk menghitung flow. pada bagian yang diberi kotak warna biru, itulah orifice. lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikutnya  detail bagian orifice.


Pada bagian kotak merah dan hijau adalah pipa untuk mengukur Pressure 1 dan Pressure 2 maka akan didapatkan DP (Diferensial Pressure). Semakin besar nilai DP maka sebanding dengan nilai flownya, maka nilai Flow juga akan semakin besar.

Seperti pada gambar diatas ketik ada aliran fluida yang melalui sebuah celah, maka akan terjadi perbedaan tekanan. untuk lebih lengkapnya cara menghitung dari DP menjadi flow dapat dilihati di http://en.wikipedia.org/wiki/Orifice_plate disana diterangkan secara lengkap penurunan rumus kontiuiti.Jadi inget waktu kuliah mekanika fluida dulu.. :mrgreen:

Pada gambar diatas dipasang sebuah Pressure Gauge Analog di orifice. pipa kecil yang dari orifice menuju MVT dicopot dan diganti dengan Pressure Gauge  yang sudah terkalibrasi untuk mengukur secara analog. biasanya digunakan untuk acuan kalibrasi di MVT.

3. MVT (Multivariable Transmitter)

Multivariable Transmitter adalah sebuah Transmitter yang memiliki lebih dari satu (banyak) variabel data dari sensor untuk di transmitt (kirim). Variabel-variabel tersebut seperti Static Pressure, Differensial Pressure, Flow, Temperature dan lain sebagainya.  data keluaran dari MVT ini bermacam-macam tergantung produk yang kita pilih, namun yang paling sering digunakan adalah MVT dengan keluaran Modbus atau HART. Pada gambar MVT dibawah bagian yang dikotakkan merah adalah pipa kecil yang merupakan pipa keluaran dari orifice seperti pada gambar sebelumnya.

5. RTWS (Real Time Well Surveillance) Panel
RTWS panel berfungsi sebagai pusat kendali unit di sumur, panel berfungsi sebagai pemberi catu daya karena terdapat Solar panel (di gambar dikotakkan merah),dan kemudian sebagai cadangan jika tidak ada sinar matahari ada baterai (di gambar dikotakkan warna biru).  Panel ini juga yang mengumpulkan informasi data dari Tranmitter, kemudian menghitung flow, dan lain sebagainya.

RTWS ini jugaberfungsi sebagai alat komunikasi ke pusat kendali (Control Room) karena didalam panel (kotak warna hijau) juga terdapat Radio komunikasi.  sedangkan pada kotak warna kuning adalah Proximity sensor yaitu untuk mendeteksi gerak jika ada orang di sekitar sumur.

5. Antenna Dan Raddio

18 thoughts on “Instrument Surveillance di Industri MIGAS”

  1. mas itu,, sinyal pneumatik diubah jadi elektrik yah,,, trus lewat kabel yang namanya modbus ??

    pertanyaan iseng nih mas,, yang proximity sensor -> mendeteksi adanya pergerakan orang,, trus gimana lagi mas ?? hehehe

  2. @adi
    hm..sepertinya artikel di atas gak membahas pneumatik. :bingung:
    kebetulan untuk komunikasi dari sensor ke panel RTU diatas menggunakan HART Communication..beda lagi. tapi untuk mentransmisi ke control room pake modbus..via radio..tuh yang ada antennanya..
    sebenernya modbus itu cuma kayak data serial yang biasa dipake di micro itu lho..cuma agak sedikit ada aturan2 pembentukan pesannya..(disebut protokol).

    klo proximitynya cuma untuk deteksi ada orang atau nggak..biar gak dimalingin sama penduduk lokal..jadi klo kedeteksi ada orang..yang di control room lapor ke security buat ngamanin sumur yang di deteksi ada orang.

  3. oh,, jadi gak pake pneumatik ya mas,,,
    HART tu apa lagi mas ??
    modbus ? udah berapa kali dengar,, tapi masih awam juga,, heheheh

  4. ijin nyimak juragan.keren dah. .
    sekedar bantu ngejawab, modbus itu semacam protokol buat komunikasi PLC, ntah itu PLC to PLC, ato PLC to DCS or yang laen dah. pertama kali dipake and trading mark by Modicon PLC. sekarang PLC2 pada suka pake modbus, ga tau napa.
    kalau yang sering ke jaringan kompi, mirip TCPIP.

    kalau gambarnya agan yang oriface ini, memang oriface kan buat ngukur perbedaan tekanan yang dikonpersi ke flowrate.pertama kali memang kebanyakan pakai Pneumatik parameter (memasukan nilai pakai nilai tekanan) dan selanjutnya dikonpersi lagi pake PtoI.

    gt juga sebaliknya, kalau diimplementasikan ke control, and mau ngekontrol (awas cedal,hahhahaha) ada alat ItoP. Arus ke Presure/Pneumatik. arus sekitar 3-20mA. pneumatik sekitar 3-15 Psi. kalo tegangan sekitar 1-5 polt.

    cmiiw

  5. @imnotfarrah
    Thx sharingnya 🙂
    btw klo menurut ane orifice bukan untuk mengukur..tapi untuk membuat perbedaan pressure..yang ngukur tetep pressure gauge..
    tapi gk tau juga klo emang termasuk alat ukur hehe :malu:

    klo yang pneumatic parameter itu gimana ya? saya masih membayangkan pneumatic yang ada dirobot 😡

    btw arus 3-20mA itu HART ya? 4-20mA.

    imnotfarrah :

    mvt nya berfungsi buat toI ya gan??keren dah, sayang ane blm pernah dapet pelajaran kayak agan ni. cm odotidak.hhehehe

    hehe dulu juga dikampus gk pernah ada yang bginian..nemunya pas jadi engineer.,

    klo PtoI sama ItoP itu apa ya? konverter gitu kah?

  6. @imnotfarrah
    bukan pneumatik parameter om maksudnya, ralat ya, tapi fisis parameter. hehehehe
    oriface memang bukan alat ukur seh. bentuknya aja cm lempengan kek gt.hheehehe.

    yes om, I2P ato P2I itu konperter. fungsinya mirip ma mVT om oncom keknya.
    secara pribadi saya lupa tentang HART.
    maklum nubi.lama ga berkutat lagi, semoga akan berkutat lagi di OnG.

  7. mas rifqi, ane numpang tanya
    jarak yang dibutuhkan minimal dari RTWS sampai ke control room berapa??
    trus kalau ada transmisi data yang hilang serta ada delay waktu saat transmisi datanya, bagaimana cara mengatasinya??

    makasih

  8. @Asthy
    wah kalo minimal sih sedempet2nya sama kontrol room :mrgreen: mungkin maksudnya jarak maksimal, kalo jarak maksimal sepertinya cukup jauh tapi saya kurang tau pastinya. perkiraan saya menggunakan mobil dengan kecepatan sekitar 50Km/jam ke RTWS paling jauh menghabiskan waktu sekitar 20 menit. berarti kira2 10Km.
    untuk saat ini kalo ada data hilang akibat lost connection diabaikan. tapi kalo ditempat lain ada yang menggunakan miniPC di RTWS sebagai logger, ketika lost connection data di log di lokal RTWS di logger nya. setelah itu ketika terkoneksi kembali terjadi sinkronisasi data, jadi tidak ada yang hilang.

    1. Untuk kalibrasi MVT yang saya pakai menggunakan DWT terkalibrasi, Digital Pressure Gauge untuk reference, dan handpump. cara kalibrasinya tinggal disesuaikan saja pembacaan di MVT dengan di digital Pressure gauge dan DWT.
      untuk temperaturenya juga sama, hanya menggunakan alat kalibrator lain untuk mensetting temperature sesuai keinginan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *