Industry 4.0

October 24th, 2018


Pada awal tahun 2018 tepatnya bulan January, saya sempat diminta untuk mengisi sebuah Acara seminar skala ASEAN di ITB, dengan topic utama Industry 4.0 atau Industrial Revolution generasi 4. seperti yang di cuplik beberapa media dan web resmi ITB:

 

Pada sesi tersebut, saya menjelaskan beberapa hal mengenai sesuatu yang mendorong terjadinya digitalisasi di dalam Industri dan hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam Industry 4.0 ini. slide-slide saya dibawah kebanyakan saya ambil dari Slide yang ada dari Schneider Electric sebagai perusahaan yang sangat aktif dalam melakukan update teknologi pada semua lini produknya.

hal hal yang mendorong terjadinya Digitalisasi Industri:

  • Connectivity, ketika semua device saling terhubung dan merupakan sebuah kebutuhan baru
  • Mobility, dimana seseorang tidak berdiam disatu tempat untuk satu keperluan, namun cenderung mengerjakan banyak hal dibanyak tempat
  • Cloud, tersedianya Teknologi awan (cloud) dimana saat ini sudah menjadi solusi murah untuk memiliki server data yang cerdas tanpa harus memilikinya secara fisik.
  • kebutuhan Analisis dari software yang menyerupai analisa dari manusia, dimana kebutuhan ini dapat diselesaikan dengan Artificial Intelligent yang ditanamkan di software.

Pada poin ini saya menjelaskan bagaimana keadaan teknologi yang tersedia di dalam Control Sytem di area Industri. dimana teknologi Ethernet sudah mendominasi konektifitas dari semua device

dimana dari arsitektur yang sudah ada, dapat dilihat bahwa Schneider Electric sebenarnya tidak melakukan revolusi secara besar-besaran untuk masuk kedunia Industry 4.0, karena mereka sudah memulai melakukan part-by-part perlahan lahan mengikuti teknologi yang tersedia sejak puluhan tahun lalu. dimana PLC Quantum sudah mulai ditanamkan Ethernet Communication sebelum tahun 2000, kemudian selanjutnya mulai ditanamkan Web Server di dalam CPU quantum, dan seterusnya hingga sekarang ber Evolusi menjadi Modicon M580 PLC dengan native embedded ethernet (Fully Ethernet) communication, dan hampir semua device schneider electric sudah menggunakan Embedded web diagnostic, jadi untuk melakukan diagnostik dimanapun melalui perangkat mobile seperti Tablet bukan hal yang sulit lagi

disini juga saya mengenalkan teknologi Augmented dari Schneider yaitu Augmented Operator advisor, dimana software ini memudahkan tim operation dan maintenance untuk melakukan monitoring di lapangan atau pun melakukan diagnosa. Augmented operator advisor ini dilengkapi dengan teknologi Image Recognition untuk mengenali objeknya.

 

Kemudian pada akhirnya, ini lah yang di inginkan oleh para generasi milenial, memonitoring pekerjaan mereka dari sebuah Coffe shop. dimana semua parameter mulai dari operation monitoring atau pun report bisa termonitor dari manapun.

 

Namun, disisi lain dari masuknya kita ke era Industry 4.0 ada ke khawatiran lain yang cukup untuk kita waspadai yaitu Cyber Attacks

bisa kita lihat data pada gambar tersebut dimana Cyber Attack bukan hanya menyerang fasilitas IT, Software Company, atau perusahaan Teknologi, namun terget mereka justru adalah Critical Infrastructure!! bahkan 12% serangan nya sukses. di gambar berikut merupakan data Cyber Threats di Industrial Control System yang pernah terjadi dan impactnya.

 

Nah, dari kengerian dari cyber attack tersebut, Schneider electric sangat aware terhadap kemungkinan tersebut (pada Industrial Automation Product) dan sudah jauh-jauh hari sebelum adanya Industry 4.0 mereka melakukan riset untuk melindungi aset-aset kritikal pada industry dengan menanamkan Cyber Security pada setiap Connected Device, yang saat ini fitur bawaan dari setiap product Schneider electric yang memiliki konektifitas Ethernet.

 

 

Industry 4.0, SCADA, PLC, DCS, Cyber Security, Connected Device, Edge Control, stuxnet, malware, duqu malware, haveX, Connected Everywhere, Industrial Automation